Pajak Ajak Masyarakat untuk Bersihkan Negeri dari Free Rider

 

Kamis, 19 Januari, 2012 – 07:58

 

“ Dari 110 juta penduduk yang aktif bekerja, baru 20 juta yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Dan dari 20 juta itu baru 8,5 juta yang melaporkan SPT. Padahal kita bisa nikmati jalan, keamanan, listrik subsidi, premium subsidi karena pajak. Artinya masih banyak Free Riders (penumpang gelap) yang menikmati berbagai macam fasilitas infrastruktur, keamanan dan fasilitas lainnya, namun tidak ikut melakukan kewajibannya dalam pembiayaan pembangunan negara dengan bayar pajak. Kita mesti belajar kepada buruh-buruh yang patuh bayar pajak karena langsung dipotong pajaknya oleh pemberi kerja. Mereka yang berpenghasilan lebih tinggi dari buruh-buruh seharusnya lebih besar bayar pajak”, demikian papar Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas (P2Humas) DJP, Dedi Rudaedi dalam sosialisasi perpajakan kepada para Pedagang Grosir Plastik Jembatan Lima (PGPJL) di Jakarta, 13 Januari 2012.

  Dalam acara gathering pajak yang diadakan bekerjasama dengan Bank Mandiri Cabang Jembatan Lima, Dedi mengingatkan pula para peserta gathering bahwa berkat pajak yang kita bayar banyak anak-anak di pelosok Indonesia dapat menikmati sekolah dan banyak saudara-saudara kita yang tidak mampu dapat menikmati Jaminan Kesehatan Masyarkat (Jamkesmas). Selain itu berkat pajak yang kita bayar maka pembangunan di pemerintah daerah dapat terus berjalan dan berkembang. Sudah seharusnya masyarakat bangga membayar pajak karena telah ikut berkontribusi secara nyata dalam menciptakan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa yang aman dan lebih sejahtera. Andai kita tidak bayar pajak maka pembangunan negara mau tidak mau akan dibiayai oleh pinjaman asing yang bunganya mesti tidak bayar oleh generasi anak-cucu . “Jangan sampai anak-cucu kita menanggung beban karena ketidak-taatan kita membayar pajak kepada negara, apakah kita rela?” ujar Dedi.

Dedi menambahkan bahwa sampai sekarang masih ada salah persepsi di masyarakat bahwa apa yang diambil oleh oknum mantan pegawai pajak Gayus adalah uang pajak. Padahal yang diambil bukan uang pajak karena pajak yang dibayar Wajib Pajak (WP) disetorkan langsung ke bank persepsi dan tidak ke kantor pajak. Oknum-oknum seperti Gayus bisa timbul karena ada WP Badan dan WP Orang Pribadi yang tidak mau bayar pajak sebagaimana mestinya, sehingga mereka membayar oknum-oknum seperti Gayus dengan tujuan agar pajak yang dibayarkan menjadi berkurang daripada semestinya. Praktik-praktik yang dilakukan Gayus tidak akan ada jika semua WP taat membayar pajak sebagaimana mestinya. “Kalau perusahaan-perusahaan mau membayar pajak dengan benar maka tidak ada Gayus”, ungkap Dedi.

“Masyarakat juga tidak perlu kuatir dengan Sensus Pajak Nasional (SPN). SPN bertujuan untuk mengumpulkan data untuk memperkaya basis pajak. Diharapkan dengan adanya basis pajak yang lengkap, maka ke depan akan lebih mudah untuk mengajak yang belum terdaftar untuk mendaftarkan diri dan segera mendapat NPWP. Kemudian yang belum benar bayar pajak diharapkan akan mulai lebih taat dan lebih benar membayar pajak, serta yang belum melaporkan SPT akan lebih taat dan lebih lengkap melaporkan SPT. Target penerimaan pajak sebesar Rp. 1.032 triliun akan bisa lebih mudah tercapai jika 110 juta penduduk yang aktif bekerja, taat dan benar membayar pajak semuanya”, jelas Dedi.

Dedi mengingatkan dalam kegiatan SPN tidak ada pungutan biaya apapun. Masyarakat juga perlu waspada terhadap petugas SPN gadungan. “Jangan pernah iming-imingi petugas pajak dengan apapun. Jika ada petugas SPN yang tidak sopan, langsung hubungi saja Kring Pajak 500200. Nanti akan kami tindak lanjuti. Telpon saja ke Kring Pajak 500200, biayanya murah karena tarifnya tetap menggunakan pulsa lokal”, demikian Dedi menegaskan.

By ky1945

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s