Pajak Masukkan atas Pembelian Kijang dapat Dikreditkan ?

Pertanyaan :

 

Pak/Mbak, di Perusahaan kami membeli mobil kijang kan harus bayar PPNBM dan PPN, apakah PPN nya bisa dikreditkan??
Maksudnya kami dipungut PPN dan PPNBM. Apakah Pajak Masukkannya (PPN yang telah kami bayar) bisa kami kreditkan.

Terimakasih.

 

BESUS, 12 Maret 2009
Jawaban :


Atas pertanyaan bapak seputar pengkreditan Pajak Masukkan atas pembelian Mobil Kijang dapat kami sampaikan beberapa hal:

  1. Pasal 9 ayat (8) huruf b dan huruf c Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2000diatur bahwa Pajak Masukan tidak dapat dikreditkan bagi pengeluaran untuk :

    a.

    perolehan Barang Kena Pajak atau JasaKena Pajak sebelum Pengusaha dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak;

    b.

    perolehan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang tidak mempunyai hubungan langsung dengan kegiatan usaha;

    c.

    perolehan dan pemeliharaan kendaraanbermotor sedan, jeep, station wagon, van, dan kombi kecuali merupakan barang dagangan atau disewakan;
  2. Dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 296/KMK.04/1994 tentang Pengkreditan Pajak Masukan diatur bahwa :
    1. Pajak Masukan yang dapat dikreditkan adalah Pajak Masukan yang dibayarkan atas pembelian Barang Kena Pajak atau perolehan Jasa Kena pajak yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha.
    2. Kegiatan usaha adalah kegiatan yang berhubungan langsung dengan produksi, distribusi, pemasaran, dan manajemen.
  3. Dalam Surat Dirjen Pajak Nomor  S-1499/PJ.54/2000 Tentang Pajak Masukan Atas Pembelian Mobil Box dan Kijang Minibus ditegaskan bahwa Pajak Pertambahan Nilai yang dibayar atas perolehan mobil kijang minibus, tidak dapat         dikreditkan karena mobil kijang minibus dipersamakan sebagai kendaraan van.
  4. Berdasarkan ketentuan-ketentuan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa
    Pajak Pertambahan Nilai yang dibayar atas perolehan mobil kijang minibus, tidak dapat dikreditkan karena mobil kijang minibus dipersamakan sebagai kendaraan van kecuali mobil kijang tersebut adalah barang dagangan atau untuk disewakan.

Referensi

  1. UU PPN Nomor 8 tahun 1983 sttd UU Nomor 18 tahun 2000
  2. Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 296/KMK.04/1994
  3. Surat Dirjen Pajak Nomor  S-1499/PJ.54/2000
  4. Artikel : Kriteria Pajak Masukan yang Tidak Dapat Dikreditkan ( Pasal 9 dan Pasal 16B Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2000 )
  5. Artikel : Pajak Masukkan

Sekian yang dapat kami jelaskan, semoga memberikan pencerahan.

Team Klinik PajakOnline

By ky1945

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s