Setoran di Bawah Target, Dirjen Pajak Salahkan Masyarakat

Narasumber: detikfinance.com, 10 Januari 2012

Jakarta – Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak mengakui kepatuhan perusahaan dalam membayar Pajak Pertambahan Nilai (PPN) masih rendah. Hal ini menyebabkan penerimaan negara perpajakan belum mencapai target pada 2011 lalu.

Dirjen Pajak Fuad Rahmany menyebutkan realisasi penerimaan perpajakan di 2011 tidak mencapai target. Realisasi tersebut sebesar Rp 872,6 triliun atau 99,3% dari target sebesar Rp 878,7 triliun dalam APBN-P 2011.

“Sudah lumayan jika dibandingkan tahun sebelumnya, 3 tahun terakhir ini penerimaan pajak agak sulit atau lamban. Tapi lama kelamaan perbaikan, 2008 memang masih mencapai target,” ujarnya dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (10/1/2012).

Fuad menyatakan kekurangan penerimaan tersebut kebanyakan disebabkan oleh rendahnya realiasasi penerimaan PPN. Realisasi PPN dan PPnBM mencapai Rp 277,73 triliun atau 93,06% dari target sebesar Rp 298,44 triliun.

“PPN ini paling rendah dalam pencapaian targetnya. Kurang Rp 21 triliun dibandingkan PPh yang hanya Rp 900 miliar sehingga capaian 93%. Apakah paling lemah dalam kinerjanya, kalau dibandingkan tahun lalu lumayan, pertumbuhan 20,45%, hampir sama dengan pertumbuhan PPh,” jelasnya.

Menurut Fuad, rendahnya realisasi ini karena tingkat kepatuhan perusahaan dalam membayarkan PPN dan kurangnya data perusahaan.

“Masih banyak sektor ekonomi yang belum bayar pajak. Sebenarnya sudah mulai tapi belum optimal. Tingkat kepatuhan masyarakat khususnya pelaku ekonomi masih rendah dalam menyetorkan PPN,” ujarnya.

Untuk itu, ke depannya, Fuad menyatakan pihaknya akan bertindak lebih tegas kepada perusahaan yang belum menyetorkan kewajibannya secara benar dan menguatkan data wajib pajak.

“Kita akan lakukan lebih tegas. Kita lakukan langkah-langkah supaya sektor ekonomi menyetorkan PPN lebih banyak lagi,” tegasnya.

Sementara itu, realisasi PPh di 2011 sebesar Rp 431,08 triliun atau mencapai 99,8% dari target sebesar Rp 431,97 triliun. Dibandingkan dengan realisasi di 2010 maka realisasi penerimaan PPh di 2011 mengalami pertumbuhan sebesar 20,84%.

Realisasi penerimaan PBB mencapai Rp 29,89 triliun atau mencapai 102,86% dari target sebesar Rp 29,05 triliun atau tumbuh 4,58% dibandingkan penerimaan PBB di 2010.

“PBB ini lebih dari target, sedangkan PPh kurang Rp 900 miliar, jadi lebih baik dibandingkan tahun lalu,” pungkasnya.

By ky1945

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s