DPR Minta Mobnas Dapat Insentif Pajak Agar Saingi Mobil Jepang

Narasumber: detikfinance.com, 9 Januari 2012

Jakarta – DPR meminta pemerintah memberikan keringanan pajak kepada produsen mobil nasional (mobnas) sehingga bisa merebut pangsa pasar mobil nasional yang masih dikuasai mobil Jepang.

Anggota Komisi XI DPR Kemal Azis Stamboel menyatakan, sepanjang 2011 penjualan mobil di Indonesia mencatat rekor tertinggi 893.420 unit. Tumbuh 16,83% dibandingkan 2010 yang hanya 764.710 unit.

Berdasarkan data tentatif dari ATPM anggota Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), rekor sepanjang tahun lalu tercipta karena penjualan pada Desember 2011 yang tercatat sebanyak 79.921 unit atau tumbuh 18,12% dibandingkan dengan bulan sebelumnya 67.656 unit.

Angka itu juga jauh di atas realisasi penjualan pada Desember 2010 yang tercatat sebanyak 70.061 unit. Sepanjang tahun lalu, penjualan terbanyak masih dikuasai pemain besar seperti Toyota, Daihatsu, Mitsubishi, dan Suzuki. PT Toyota Astra Motor, misalnya, menjual 310.674 unit atau sekitar 34,77% dari total pasar nasional.

Kemal berpandangan secara umum para produsen mobil nasional dapat diberikan keringanan pajak, seperti pajak penjualan atas barang mewah (PPn BM) serta pembebasan bea masuk atas impor komponen tertentu.

“Dengan insentif yang memadai dan desain industri yang juga berorientasi jangka panjang, kita berharap akan terjadi perkembangan industri domestik yang baik, berdaya saing tinggi, dan dapat mengoptimalkan sumber daya nasional. Sehingga akan menciptakan lapangan kerja yang lebih tinggi,” tutur Kemal dalam siaran pers, Senin (9/1/2012).

Namun selain keringanan pajak, pengembangan industri mobil nasional juga harus memiliki strategi industri jangka panjang.

“Secara umum, saya setuju bahwa insentif perlu diberikan kepada industri domestik. Tetapi selain insentif, yang perlu ditata lebih jauh dan serius adalah bagaimana agar industri ini bisa masuk dalam skala ekonomi yang baik dan berkualitas,” katanya.
Menurutnya industri otomotif yang kompleks membutuhkan banyak prasyarat seperti umur ekonomis, tingkat keamanan, ketersediaan suku cadang dan layanan purna jual yang baik agar dapat diterima di pasar dalam jangka panjang.
Sehingga harus ada arah pengembangan dalam skala industri yang memadai. Tidak bisa hanya semangat jangka pendek. Bisa saja nanti dalam tahap awal, akan fokus produksi untuk jenis kendaraan tertentu yang marketnya khusus. Dan ini membutuhkan strategi bisnis dan industri yang lebih kuat.

By ky1945

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s